‘Apa-apan bibi Grace berbicara seperti itu. Pria setengah matang siapa yang tahan. Tertawa tidak, jahil iya. Sekalinya salah dikit main pecat.’ Gumam Elvrince sepanjang ia berjalan keluar tempat laundry. Elvrince memasukkan tumpukan cucian ke bangku belakang. Lalu ia mulai mejalankan mobil menuju rumah Dreyhan. Hatinya mulai berdetak tak beraturan. Entah bagaimana nanti ia menghadapi bos jahil itu. Ia juga tidak yakin kalau nanti tidak akan ada hukuman tambahan. Elvrince terus berkelana dalam pikiran yang ini dan itu, tak lama mobil yang ia kemudikan sampai di depan lobby. Dua orang bodyguard menghampiri Elvrince dengan wajah tegang. “Apa anda baik-baik saja? Kita berdua hampir kena pecat.” Ucap salah satu bodyguard. “Maafkan aku, sudah menempatkan kalian dalam bahaya. Aku akan memast

