Rasa yang Tak Dimengerti

1303 Words

“Aku bersumpah akan membungkam mulutmu Nancy.” Ancam Agride dengan sorot mata tajam yang berapi. “Jika kau bisa, tidak masalah.” Ucap Nancy enteng. “Barley adalah duniamu, dan duniamu itu sudah lepas. Jadi kau membungkam mulutku juga tidak ada gunanya.” Imbuhnya lagi sambil mengelus senjata yang digenggam. Kata terakhir Nancy seperti bensin yang menyulut api di dalam tubuh Agride. Tanpa di duga, Agride merebut pistol yang ada ditangan Nancy lalu mengacungkan pada Nancy. Agride menyunggingkan senyum miring. Rasa terkejut tercetak di wajah Nancy. Ia mengangkat kedua tangannya tanda ia menyerah, “Lakukan apapun yang kau inginkan Agride. Aku muak melihatmu yang terus mengancamku. Kau pria Brèngsék.” Umpat Nancy karena sudah tidak tahan dengan tingkah Agride selama dua tahun ini. “Aku pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD