“Aaaaarrgghhh” erangan kesakitan menggema satu ruangan. Tetes darah yang terus mengucur, tak dihiraukan. para tim medis hanya berdiri menatap ngeri pada seorang pria yang dihadapan mereka. Ingin langkah mendekat untuk menolong tapi perintah tetap perintah atau nyawa yang jadi taruhan. Dan beginilah yang terjadi, diruangan serba putih nan luas Agride yang mengeluarkan sendiri peluru dibahu. Rasa panas dalam tubuh membayangkan Elvrince dalam pelukan pria lain seakan lebih menyakitkan daripada peluru yang menembus dibahunya saat ini. Gadis yang bernama Nancy benar-benar berperan sebagai perisai. Satu lagi yang tidak ia sangka, petinggi dunia gelap iku bergabung. Sial! Ia seperti anak ayam. Wajahnya memerah menahan marah, panas akan rasa cemburu. “Aaaarrrgggggggh” teriakan panjang dari mulu

