“Benarkah kau kekasih putriku?” ucap ayah Elvrince yang menelisik Agride dari atas sampai bawah. “Tentu saja. Ini gambarku bersama Elvrince terakhir kali di Los Angeles.” Ucap Agride sambil menunjukkan sebuah foto. Ayah Elvrince mengelus dagunya sendiri nampak berpikir panjang. Pandangan tajamnya terus menatap Agride dari atas sampai bawah. “Saat putriku kecelakaan, kau dimana?” Ucapnya mulai mengintimidasi “Saya juga berada disana paman. Dari pencarian sampai dibawa ke rumah sakit. Tapi Nancy, dia malah membiusku dan mengirimku pulang ke Italia.” Jelas Agride sambil menyudutkan Nancy. “Apa-apaan kau menyudutkanku begini.” Sinis Nancy. Lalu ia mengalihkan pandangan ke arah ayah Elvrince. “Dia membuat onar paman. Jika aku membiarkan dia disana terus, bukannya menjaga Elvrince tapi mal

