“Persiapkan segalanya Nancy. Besok malam kita adakan pertungan mereka. Aku akan menghubungi para desainer.” Seru ibu Elvrince dengan nada bicara datar. Lalu pergi dari ruangan itu. “Kau! Tidak kubiarkan melangkah keluar gerbang sebelum pertunangan selesai. Aku tidak ingin cucuku lahir tanpa ayah.” Ucap ayah Elvrince dingin. Tanpa menatap Agride. “Aku tidak akan lari paman. Justru aku bahagia paman menerimaku sebagai menantu.” Ucap Agride dengan mantap. Detik berikutnya ia harus tersungkur ke lantai akibat tendangan dari Nancy tanpa aba-aba. Bugg “Itu! Ucapan selamat dariku. Untuk b******n penipu.” Desis Nancy lalu berbalik meninggalkan ruangan. Pekikan dan makian dari Agride tidak ia hiraukan. “Nancy! Apa masalahmu. Kau gila!” teriak Agride dengan memegang perutnya, menahan sakit. Ay

