“Tapi anda belum pulih tuan.” Jawab seseorang yang berada di seberang. “Siapkan! Atau ku penggal kepalamu.” Perintah Dreyhan mutlak. Dreyhan mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari bawahannya. Ia meletakkan laptop kesamping lalu turun dari ranjang. Rasa sakit yang ia rasakan dipunggung hilang seketika sejak mengetahui fakta beberap menit tadi. Dreyhan menghampiri lemari untuk mengambil baju dan sedikit keperluan yang akan ia gunakan di London nanti. Bukan baju, tapi beberapa benda yang penting saja. Ia mengemas barang dengan sedikit ringisan karena punggungnya memang belum pulih sepenuhnya. Setelah apa yang ia perlukan terkemas rapi ia memanggil dokter. “Berikan penghilang sakit dan obat dengan dosis tinggi.” Ucap Dreyhan datar pada dokter yang baru saja datang mengham

