Sakit

1058 Words

“Lebih baik kalian pulang!.” Ucap Elvrince datar dengan nada perintah. “Kau dengar apa yang El bilang.” Seru Dreyhan tajam pada Agride. “Kau yang seharusnya pulang. Kau! hanya orang asing, sedangkan aku orang yang bersama sejak masa remajanya.” Desis Agride tak kalah tajam. “Diam!” teriak Elvrince lantang. Ia memandang keduanya dengan tatapan tajam. “Aku meminta kalian. Bukan salah satu dari kalian.” Imbuhnya “Tapi sayang...” bantah Dreyhan, mencoba melunakkan hati Elvrince “Pergi!” bentak Elvrince. “Kau! Juga Agride!” imbuhnya sambil menunjuk ke wajah Agride dengan mata mengkilat. Tanpa menunggu kedua pria yang didepannya pergi, Elvrince melenggang dari hadapan mereka. Ia masuk kedalam rumah dengan membanting pintu lalu mengunci dari dalam. Ia berlari ke arah kamar dan melempar tubu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD