Hari telah gelap, tapi Elvrince enggan meninggalkan Apartemen Dreyhan. Disinilah ia berada, menonton Tv dengan bergelung selimut tebal milik Dreyhan. Cuaca semakin dingin karena salju turun dengan lebat, membuat Elvrince malas untuk pulang. Lagi pula pemilik rumah juga tahu ia berada disini. Jadi, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Di ruang tamu Agride mondar-mandir resah. Berkali-kali ia menyibak tirai jendela untuk melihat rumah Elvrince yang masih gelap. Setelah tragedi danau tadi ia memanggil pengawal dan mencari keberadaan Elvrince. Namun tidak seorang pun yang bisa menemukan Elvrince. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa sambil memijat batang hidungnya. Ia memang salah, tapi apa salahnya jika Elvrince mau mendengar penjelasannya sejenak saja. Salju yang turun perlahan dan semaki

