"Lo yakin cuma karena itu tiba-tiba dia mutusin lo begitu?" Fasha berdesis. Ia sudah mengebut kencang dengan mobilnya sepagi ini. Kemudian disambung dengan naik pesawat menuju Solo. Ia memang sudah gila dengan keputusan ini. Sejak kemarin ia memang tak habis pikir dengan apa yang terjadi. Semua masih terasa abu-abu baginya. Ia harusnya berangkat ke kantor tapi malah berbelok menuju bandara. Sungguh jauh sekali tujuannya hari ini. Tapi ia memang sangat penasaran. Ia tak bisa menerima keputusan Pandu untuk memutuskannya sementara ia belum mendalami apa yang sebetulnya terjadi. Tentang alasan Pandu yang akhirnya membuatnya tersadar dari kata-kata Dina. Rasanya masuk akal juga. Kalau ia pikir-pikir sekali lagi, jika memang karena itu harusnya sudah sejak awal Pandu tak perlu mendekatinya. K

