"Dami mau tau Ayah Dami seperti apa. Mau ketemu Ayah nggak." Rayhan menghetikan langkahnya yang hendak mengambil air minum di dapur saat mendengar suara samar Kinan dari dalam kamar. Karena mengurung diri seharian di kamar agar tidak bertemu Kinan dan Dami. Membuat tenggorokanya kering. Apalagi suhu badanya yang lumayan tinggi. Membuat Rayhan selalu haus. Sebenarnya kemarin Rayhan ingin segera pergi jauh sesuai keinginanya. Tetapi hatinya mengatakan tidak. Siapa tau ia masih mendapatkan kesempatan kedua. Maaf Kinan sekarang memang sudah ia dapatkan. Tapi belum dengan Dami. Bahkan putranya itu masih tidak tau kalau Rayhan adalah Ayahnya. Kalau ia pergi mungkin kesempatan ketiga tidak akan ia dapatkan kembali. Dan juga kesempatan-kesempatan lainya. Rayhan mendekatkan kupingnya ke daun

