Malvin menutup sambungan telepon dan menatap bulan yang berpendar indah di langit. Cukup lama ia bertahan di posisinya sebelum bangkit dari ranjang dan membenarkan selimut yang menyelimuti istrinya. Setelah yakin jika istrinya masih tidur dengan nyenyak, Malvin mengenakan jubah tidur dan melangkah menuju ruang kerja pribadi miliknya yang terpisah dari kamar pribadinya. Malvin perlu berjalan beberapa saat menyusuri lorong hingga tiba di depan pintu yang berada di ujung lantai dua. Malvin memasuki ruang kerjanya dan hanya menghidupkan sebagian kecil lampu agar ruangan tetap terlihat remang. Setelah merasa cukup, Malvin segera melangkah menuju meja kerja dan duduk di kursi kebesarannya. Tidak ada kegiatan yang Malvin lakukan di sana. Ia hanya duduk di kursi kerjanya dan kembali menikmati kei

