18

2564 Words

    Semua pekerja Aan dan Iis, terlihat memasang ekspresi cemas yang kentara. Mereka semua tidak bekerja dan memilih bergerombol  menuju rumah juragan mereka. Begitu tiba, salah satu pekerja mengucap salam dan memanggil-manggil nama juragan mereka. Dari waktu ke waktu wajah mereka semakin terlihat cemas, untungnya Iis dan Aan segera ke luar. Yasmin dan Agam juga terlihat muncul di belakangnya.     “Ada apa? Kenapa pagi-pagi sudah datang dan membuat keributan di sini?” tanya Aan. Sedikit tidak senang karena paginya yang harusnya dihabiskan untuk bersantai dengan keluarganya malah harus terganggu oleh kehadiran para pekerjanya yang bertamu tampa diundang olehnya. Aan juga merasa sedikit penasaran, mengapa mereka semua datang ke rumahnya sepagi ini? Ini hal yang sangat jarang, bahkan belum p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD