Nelly masih terduduk diam di kursi kerjanya, padahal waktu pulang telah lama lewat. Satu persatu rekan kerjanya saling berpamitan untuk kembali ke rumah masing masing. "Gimana aku bisa pulang? Mau ditaruh kemana muka ini jika ibu kos tahu kalau aku hamil?" ucapnya pada diri sendiri. "Hei!" seru Gerry. "Belum pulang? Atau....sengaja menunggu aku hah!" "Duh..sudah aku kasih tahu kalau jangan suka mengagetkan." protes Nelly dengan gusar. "Sudah berapa kali loh bapak mengejutkanku." sambungnya. Seperti biasa, wajahnya menghangat jika terkejut. "Kamu saja yang suka melamun di sembarang tempat. Aku hanya memanggil, dan itu urusanmu jika kau terkejut." jawab Gerry tidak mau kalah. "Huhh...emang si paling bos mah sudah paling benar !" sindir Nelly dan sibuk membereskan meja dari berkas dokum

