Renny sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran suaminya, ternyata kelahiran putri yang belum diberikan nama oleh Adam tidak dapat merubah hubungan mereka, bahkan dapat dikatakan semakin buruk. Wanita itu sudah cukup mengalah dan bertoleransi dengan sikap Adam padanya, hingga sebagai puncak ketidaksabarannya adalah ketika ia harus melahirkan putri mereka hanya berteman oleh ibu dan ibu mertuanya. Belum genap masa nifasnya, Renny menyusul Adam ke Surabaya untuk membujuk pria itu kembali pada keluarganya. Dengan berat hati ia meninggalkan sang putri pada ibu dan pengasuh di New York. Kesabaran Renny sudah menipis dan kini saatnya untuk membereskan urusan keluarga kecilnya. Dengan langkah cepat Renny menyusuri lorong menuju ruang kerja sang suami, dia sengaja tidak mengabari Adam tentang k

