Sudah sejak beberapa hari lalu, Adam gelisah tak menentu. Moodnya bagaikan perahu yang terombang ambing oleh ombak besar di lautan luas. Seketika ia marah tak menentu, tak lama kemudian berganti dengan kesedihan. Renny sampai kewalahan menghadapi perubahan sifat Adam itu. "Dam, kamu temani aku ke dokter bisa? Mama Nada sedang ada acara sehingga tidak bisa menemaniku." pinta Renny. "Tunda saja, mudah kan? Kita yang bayar dokter, jadi dia harus mengikuti jadwal kita! Bukan sebaliknya!" jawab Adam dengan suara keras dan tegas. "Tapi, ini sudah terlambat tujuh hari dari jadwal seharusnya Dam. Ayolah, kamu belum pernah melihat bayi kita kan? Dia lucu sekali di dalam sini Dam..." bujuk Renny. "Uhh...mau lucu mau tidak, sebentar lagi aku kan menceraikanmu Ren. Aku tidak main main dengan ucapa

