Pagi harinya, ketegangan di lantai empat puluh lima Anggara Corp berada di titik didih. Suara langkah kaki berhak tinggi bergema cepat menelusuri koridor VIP. Raline melangkah anggun mengenakan gaun sutra pastel, membawa kotak bekal berisi sarapan mewah yang ia siapkan khusus untuk sang tunangan. Senyum bahagianya merekah, membayangkan momen romantis sebelum mereka pergi melihat cincin pernikahan. Namun, begitu pintu kaca es ruang kerja CEO terdorong terbuka, senyuman itu seketika pudar. Regan sedang berdiri di samping meja kerjanya, berusaha merapikan kerah kemeja putihnya yang sedikit terbuka dengan raut wajah gusar. Di depan meja kerja outer, Jessica duduk anggun menyeduh kopi. Gadis itu sengaja membiarkan pintu ruang kerja Regan sedikit terbuka agar ia bisa menyaksikan drama yang sud

