Pukul sepuluh, akhirnya mini market tutup. Shita merenggangkan otot-ototnya yang kelelahan. Dia melihat Wulan yang masih sibuk menempel label-label harga pada barang jualan minimarket di gudang dan menghampirinya. "Aku bantu," kata Shita. Wulan mengangguk, dia memberikan beberapa label dan memberi petunjuk untuk ditempel di barang yang mana. Sambil mengerjakan pekerjaannya, diam-diam Shita mengawasi Wulan dengan penasaran kemudian memberanikan diri bertanya. "Lan, ibu-ibu yang tadi itu siapa?" Wulan terlihat kaget, namun tetap tersenyum. Dia menuliskan kalimat di ponselnya sebagai jawaban. Ibu angkatku. "Ibu angkat? Kamu punya ibu angkat? Kenapa tidak tinggal sama mereka?" tanya Shita. Wulan hanya tersenyum dan kembali pada pekerjaannya. Sepertinya dia tidak ada niat untuk menjawab

