Mendengar Widya hanya mengerang, pak Narto menjadi semakin gemas demgan Widya sehingga beberapa tamparan kembali mendarat di p****t Widya sampai memerah. “Aaaakkkkhhh…iyaaa…iyaa….sshhhhh…tujuh orang. Sshhhhh… Delapan sama bapak. Aaaakkkkhhh…” “l***e kamu, bu. Aakkkhhhh…tapi saya suka kalo ibu nakal seperti itu. Ssshhhhh…jadi saya ga harus keluar duit buat bayar l***e di luar sana. Aakkkhhhh…saya tinggal pake m***k bu Widya ini yang gratis. Aakkkhhhh…ssshhh…enak banget, bu. Sshhhhh…” “Saya dipaksa, pak. Ssshhhhh… Saya bulan l***e kaya yang bapak pikirkan. Aakkkhhhh…”, ucap Widya di tengah genjotan keras k****l pak Narto sambil menggelengkan kepala. “apa bedanya dengan sekarang, bu? Bu Widya juga saya paksa kan? Tapi sekarang ibu malah menikmati. Berarti sebelumnya ibu juga menikmati. It

