Extra

1183 Words

Siang ini Farzan masih sibuk membantu Fatih di kantor, memang sejak masih sekolah ia sudah sering membantu di perusahaan. Sehingga jika suatu saat Fatih harus menyerahkan posisinya pada Farzan, putra pertamanya itu tidak akan merasa bingung lagi. Sudah ada beberapa proyek yang berhasil dikerjakan putra tunggal Fatih dan Syakilla. Otak cerdasnya sudah tidak diragukan lagi, bahkan ia lulus lebih cepat karena program akselerasi di SMA. Tok Tok… “Masuk!” suara dingin Farzan mempersilahkan siapapun itu yang mengetuk ruang kerjanya. “Permisi, Pak, saya ingin menyerahkan materi untuk meeting nanti sore,” ucap seorang gadis dengan penampilan sederhana. “Letakkan saja,” ucap Farzan tanpa melihat ke arah gadis yang meletakkan berkas di atas meja kerjanya. Sepeninggal gadis itu, Farzan hanya mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD