Hari ini, Auris tak masuk kuliah karena situasi yang tidak aman, akhirnya Auris hanya berdiam diri di dalam kamar. Ia saat ini sedang memandang patung tampan di depan matanya, meski dibatasi oleh sebuah dinding kaca, hampir seharian ia seperti itu dan tak merasa bosan. Auris menatap layar ponsel di tangannya, menekan nomor milik Damian di sana. "Damian, pasang earphone aku mau bicara," katanya melalui ponsel. "Aku nggak pernah melepas earphone, Nona," balas Damian. "Ah, aku lupa!" Auris menepuk jidatnya. "Ada apa Non..." "Auristela, jangan panggil aku Nona saat tak ada siapa pun," sergah Auris. "Auristela..." "Apa arti namaku?" tanya Auris karena ia semakin suka tiap kali Damian mengatakan apa arti namanya. "Bintang emas," jawab Damian. "Dari mana kau tahu? Aku rasa bukan

