Wanita yang menolak cintaku

1173 Words
Antik, aku kenal dia saat dia jadi anak baru di kostan ku, dia adik angkatan 2 tahun di bawahku dan beda fakultas. Aku dan Antik beda agama jadi sejak awal sepertinya aku sadar pasti ditolak. Sejak awal aku sudah merasa akan seperti itu tapi ya coba-caba saja sekalian test mental, karena secara fisik aku suka. Ya tempat kostku campur cowok-cewek, tetapi tempatnya terpisah. Jadi ada rumah induk yang memiliki banyak kamar untuk kost cewek dan dan disampingnya dibangun 10 kamar tambahan di luar rumah induk untuk kost cowok. Tetapi kami kompak dan saling kenal dengan baik semua penghuni kost. Begitu pertama kali bertemu dengan Antik aku terpesona, dia cantik, tinggi putih, rambut lurus sebahu. Sepertinya teman-teman satu kost juga kayaknya naksir dengan si Antik dan anaknya agak manja. Dia sebenarnya hanya tinggal sementara sambil mencari kost yang cocok jadi dia sekamar berdua dengan temannya. Selama ada dia kami cowok-cowoky sering godain dia dan nampaknya di Antik tidak masalah selama hanya bercanda dan tidak kelewatan. Entah kenapa sepertinya si Antik akhirnya lebih dekat denganku daripada teman kost yang lain. Dia sering minta antar untuk beli sesuai dengan ku sehingga kami cukup sering jalan berdua. Beberapa kali juga makan berdua kalau malam. Sampai akhirnya dia pindah kost setelah dapat kost yang sepertinya dia cocok. Aku yang membantu dia waktu ngantar dia waktu pindahan ke kostnya yang baru. Setelah itua kami tidak pernah bertemu. Kemudian aku 2 kali main ke kost nya Antik. Yang pertama dia menerima dengan baik dan masih bermanja-manja seperti dulu. Saat aku main ke kost yang kedua dia lagi ada temannya cowok yang lebih ganteng dan sepertinya seumuran atau teman angkatannya. Sikap Antik berbeda dia lebih dekat ke teman cowoknya itu dan aku cenderung di cueking. Aku tidak tahu apakah itu pacarnya atau bukan, tapi sadar diri dengan sikapnya aku tahu bahwa dia telah menolak aku. Sampai akhirnya aku pamit pulang. Ada rasa sedih dan kecewa tetapi tidak lama karena memang aku sudah tahu dari awal. Ternyata begini rasanya di tolak cewek, tidak enak rasanya. Sejak saat itu aku tidak pernah bertemu Antik dan tidak pernah tahu kabarnya lagi sampai sekarang.    Anna, dia teman satu angkatan ku satu fakultas dan jadi dia kenal Lina dan mereka berteman baik. Ratna cantik, putih rambutnya panjang sepunggung agak ikal rambutnya. Kenal Anna ya sejak masuk kuliah dan saat itu dia sudah punya pacar yang juga teman kami satu angkatan. Aku kenal pacarnya meskipun tidak kenal dekat. Aku dekat dengan Ratna sejak semester 7 yaitu saat diajaknya untuk ambil skripsi satu kelompok dengannya. Kemudian aku tahu bahwa dia sudah putus dengan pacarnya. Waktu itu aku sudah tidak dekat dengan Lina, dan Santi juga belum pacaran dengan Rena jadi benar-benar jomblo ngenes. Beberapa kali aku ke rumahnya dan di sambut dengan baik, sampai pada akhirnya aku beranikan diri untuk nembak dia.  Aku tidak ingat pasti kalimat yang aku ucapkan, intinya aku suka dia dan mau menjadikan dia sebagai pacar. Tetapi Anna menolak dan bilang tidak ada rasa ke aku dan menganggap aku sebagai teman. Ada rasa kecewa dan sedih tetapi aku sudah tahu karena memang saat itu aku nekat mengingat kami belum pernah jalan berdua dan belum terlalu dekat. Ya itu sebagai pengalaman tambahan ku sehingga terbiasa di tolak cintanya.    Nina, teman SMA ku dan juga tetangga ku, aku sudah mengenalnya dengan baik begitu juga dengan dia. Anaknya manis, tidak putih rambutnya pernah pendek sekali waktu kecil tatapi saat SMA dipanjangin sampai sebahu. Yang aku suka karena dia pemberani dan selalu ceria. Memang kami tidak sehabatan waktu SMA hanya berteman biasa tetapi karena tetangga jadi aku kenal dia sebagai gadis yang baik. Saat itu aku di kota B dan di kota S. Kami berdua sudah lulus kuliah dan sudah bekerja, sekitar tahun 2006. Saat itu aku sudah putus dengan Rena pacarku dan tidak ada teman dekat. Awalnya aku kirim surat ke Nana dan tanya kabar dan kondisi dia. Aku lupa dapat alamat dia dari mana mungkin dari Anisa. Suratku dibalasnya dengan segera dan dari kalimatnya aku tangkat dia sangat senang dan antusias menjalin pertemanan denganku. Surat yang kedua aku menjadi berani dan langsung ke intinya bahwa aku lagi jomblo dan mau pacaran dengan dia, dengan alasan aku sudah kenal baik dengannya dari kecil dan aku sudah capek untuk memulai hubungan dengan cewek yang baru kenal. Ternyata surat balasannya positif dan sepertinya mau menerima saya jadi pacarnya. Surat yang ketiga aku bilang hari sabtu dan minggu tanggal sekian aku mau berkunjung ke kota dia dan khusus bertemu dan membahas hubungan kita. Tetapi kali ini dia tidak membalas suratku namun aku sudah terlalu yakin dan tetap ke kotanya. Setelah sampai aku cari hotel untuk menaruh tas ku dan setelah itu aku ke kost dia sesuai alamat  suratnya. Ternyata dia tidak ada yang menemui temannya dan bilang bahwa Nina pergi keluar kota. Aku jadi bingun ini anak serius atau tidak ya… apa ada hal yang gawat dan aku ditinggal tanpa kabar. Akhirnya aku pulang dengan kecewa dan besoknya balik ke kota ku. Sejak saat itu aku tidak pernah berhubungan atau kirim surat dengan Nina dan begitu juga sebaliknya. Aku berkesimpulan dia menolakku, hanya saja yang aku sesalkan kenapa tidak nolak secara langsung dan membiarkanku datang ke kotanya. Setelah kira-kira sepuluh tahun kemudian kami sama-sama sudah nikah dan punya anak, dia WA saya minta ketemu dengan saya di bandara. Jadi waktu itu dia mau keluar pulau dan transit dikota ku. Karena tahu aku tinggal di kota itu maka dia minta ketemu. Aku tidak keberatan karena memang aku sudah melupakannya dan memang tidak marah kepadanya. Saat bertemu ternyata dia dengan kakaknya dan saat kakaknya ke toilet aku tanya kepadanya apa alasan dia waktu itu. Dia minta maaf dan bilang saat itu dia takut dan bingung . Ya kenapa takut kan aku hanya menunjukan keseriusanku meskipun kita jauh. Ya mungkin kita tidak berjodoh katanya. Sejak saat itu kami tidak pernah ketemu dan berhubunga nlagi hanya beberapa kali message biasa via WA sebagai teman.    Anisa, sahabatnya Nina jadi teman ku semasa SMA. Anita cantik banget, putih dan rambutnya sebahu. Dia primadona waktu SMP dan SMA, tetapi setahuku dia tidak pernah pacaran. kami temanan tetapi tidak dekat, waktu SMA aku pernah main ke rumahnya tetapi ramai-ramai dengan taman yang lain. Saat aku baru masuk kerja dan masa training aku sering main ke asramanya. Saat itu dia sudah kerja di BUMN juga. Beberapa kali aku main ke asramanya bahkan malam minggu juga dan tidak pernah sekalipun bersamaan dengan temannya yang lain lagi berkunjung jadi aku simpulkan sendiri Anisa belum punya pacar. Sekitar setahun setelah aku ditolak Nana dan saat itu aku sudah di luar pulau. Saat itu aku sudah putus dengan Rena pacarku dan tidak ada teman dekat. Saat itu aku ada training dan pelatihan di kantor pusat jadi aku sempatkan main ke asramanya Anisa. Hari berikutnya aku main lagi dan memberanikan diri meminta dia jadi pacar. Tetapi dia nolak karena tidak bisa pacaran dengan taman lama dan dia tahu saya pernah nembak Nina. Ya jujur aku malu dan bingung harus kasih alasan apa, tapi ya sudahlah toh dia juga nolak. Sekali lagi aku kecewa.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD