Wanita yang kutolak cintanya

1064 Words
Tina, dia adik kelasku waktu SMP dan SMA kami selisih satu tahun. Kejadian ini waktu SMP aku kelas 3 dan dia kelas 2. Aku tahu namanya, tahu rumahnya dan dia memang cantik dan putih, ya hanya sebatas itu. Karena kami memang tidak pernah sekelas jadi tidak pernah dekat dan tidak pernah ngobrol berdua. Ceritanya pun aku tidak ingat secara detail. Awalnya adalah waktu pulang sekolah hujan gerimis dan saya jalan kaki bertemu denga Tina di gerbang sekolah. Saya tidak tahu kenapa dia nawarin untuk pulang bersama karena dia bawa payung dan aku tidak. Ya sudah karena dia cantik aku suka ya aku terima maka kita pulang sepayung berdua. Aku saat itu gugup dan tidak tahu harus bagaimana karena baru pertama kali berjalan sepayung berdua denga cewek secantik dia. Gugup dan keringat dingin itu yang kuingat tetapi aku suka dan itu sangat berkesan. Setelah kejadian saat itu beberapa hari kemudian tepatnya sabtu sore tiba-tiba Tina datang ke rumahku mengajak nonton berdua dia yang bayarin. Bayangin saja cowok yang tidak tampan sepertiku diajak cewek cantik malam mingguan nonton bioskop berdua. Berbagai macam rasa berkecamuk di hatiku aku bingung tidak tahu harus senang atau sedih. Aku tidak ingat  betul apa jawabanku yang jelas aku tidak mau dan kami tidak pergi nonton berdua. Namun setelahnya dan hingga saat ini aku menyesal karena sudah menolak cewek secantik Tina. Saat ini dia tinggal di Eropa bersama suaminya yang bule dan telah dikaruniai anak-anak yang cantik dan ganteng. Aku tahu dari facebooknya dan kita juga pernah catting di YM.    Lida, dia adik angkatanku di fakultas anaknya cantik dan putih. Jadi setelah tidak dekat dengan Lena dan sebelum dekat dengan Sinta aku kenal Lida terlebih dahulu. Anaknya pinter dan kami kalau ngobrol cocok sehingga waktu kegiatan agama di fakultas pasti aku pilih dekat dia sehingga bisa ngobrol dan bercana berdua. Beberapa kali aku juga main ke kost Lida. Kami cukup akrab dan memang penolakan ku kepadanya terjadi secara tidak langsung. Jadi saat dekat dengannya aku sempat berfikir dia baik dan perhatian kepada ku apa aku dekati dia supaya kenal lebih dekat lagi. Tetapi kemudian datanglah Sinta sampai akhirnya aku milih untuk mendekati Sinta. Mungkin Lida merasa aku lebih memilih Sinta daripada dia. Saat aku pacaran dengan Rena,  Lida pacaran dengan Agus. Aku kenal baik dengan Agus. Setelah Agus putus dengan Lida,  Agus cerita bahwa dulu Lida sebenarnya suka sama aku namun karena tidak aku tanggapi ya dia pendam saja. Entah benar atau tidak karena aku tidak pernah tanya langsung ke Lida, tetapi untuk apa juga Agus bohong. Ada rasa penyesalanku kenapa dulu aku abaikan, malah milih Sinta yang ternyata sudah milik orang lain. Menyesalkan jadinya, ya begitulah sesal kemudian tiada guna.  Saat ini Lida sudah bahagia dan tinggal di Canada dengan Suaminya. Aku tidak pernah lagi berhubungan dengannya.    Wiwik,dia adik kelas 3 tahun di bawahku beda fakultas dan saat itu statusku jomblo. Kami kanal karena sama-sama jadi panitia di kegiatan agama antar fakultas. Anak manis tapi tidak putih. Kami satu seksi di kepanitiaan acara itu, jadinya aku sering bersama dia dan setiap rapat hingga acara kegiatannya aku jemput dan antar dia. Akhirnya kami dekat dan cocok saat ngobrol dan bercanda berdua. Namun aku memang tidak ada rasa padanya hanya berteman saja. Aku tahu kalau dia suka sama saya dari Ida teman satu kostannya. Aku kenal Ida karena pernah bertemu dengan dia di kegiatan yang lain. Waktu itu aku jemput wiwik dan Ida ada di depan kost, jadi sambil nunggu aku ngobrol dengan Ida. Ida bilang “Mas wiwik naksir sama mas loo mas tahu tidak?” tanyanya. “Masak sih” jawabku. “Iya mas, dia sendiri yang ngomong ke aku, kalau mas juga suka tembak saja mas pasti dia mau” jawabnya. Aku mau jawab tapi kudengar langkar kaki Wiwik keluar jadi aku tidak jadi jawab. Saat kami mau jalan Ida godain “Cie – cie yang ada yang berbunga-bunga nih….”. Entah mau godain aku atau Wiwik atau mungkin kami berdua. Tetapi setelah kegiatan panitia selesai aku tidak pernah temui Wiwik lagi karena aku sepertinya tidak ada rasa ke dia hanya berteman saja.    Meli, aku tahu dia dan pernah ketemu beberapa kali dengan dia hanya itu yang kuingat sebelumnya tentang dia. Dia satu angkatan denganku tapi beda fakutas. Jadi sore itu tiba-tiba Meli datang ke kost ku diantar adiknya yang cowok saat itu aku kaget dan bingun karena mersa tidak pernah ada urusan dengan Wiwik. Wiwik cantik dan putih rambutnya pendek. Saat itu aku sudah tidak dekat dengan Lina dan belum pacaran dengan Erna. Mungkin saat dekat dengan Santi. Wiwik datang ke kostku hanya memberi tahu bahwa kost dia dekat denganku dan minta aku main ke tempat kostnya. Setelah di kasih petunjuk aku tahu kostnya dimana, memang tidak jauh. Kamudian kami ngobrol-ngobrol gak jelas terus dia pamit pulang lagi dengan adiknya. Setelah dia pulang aku jadi mikir dan merenung sampai akhirnya pada kesimpulan bahwa Wiwik suka sama aku dan ingin kita kenal lebih dekat, maka dia minta aku datang ke tempat kostnya. Aku memang kemudian cari kost dia namun hanya lewat saja. Aku tidak mau memberi harapan kepadanya sedang aku sendiri belum ada rasa ke dia. Memang aku tidak pernah berkunjung ke kost dia dan tidak pernah ketemu dia lagi sampai saat ini.  Mumung. Aku kenal dia dan tahu dia karena saudara dari kakak iparku. Jadi anaknya bu Lik kakak iparku. Tinggal satu kota dengan kakakku sedangkan aku sering berkunjung ke kakakku. Pertama kali aku kenal dia aku memang naksir karena memang anaknya cantik tidak putih tapi kecantikannya cukup menonjol. Waktu pertama kenal tahu dia ingin rasanya kenal lebih dekat tetapi tidak tahu bagaimana rasanya. Sampai pada suatu saat ketika saat itu aku tinggan di luar  pulau dan baru kenal dengan calon isteriku yang sekarang sepertinya kakak iparku dan buliknya (mamanya Mumung) menjodohkan kami jadi kakak nyuruh saya supaya telepon Mumung dan ngobrol-ngobrol supaya lebih kenal. Aku sebenarnya senang-senang hanya saja kenapa baru sekarang? Kenapa tidak sebelumnya?  Tetapi oke lah akhirnya aku telpon dia pake telpon rumah dan benar saja dia bilang sangat senang aku telepon dia. Tidak lama beberapa hari kemudian dia telpon ke tempat kostku dan kembali ngobrol dengan hangat. Aku sudah berniat kalau liburan akan main ke rumah Mumung. Namun sebelum liburan ternyata aku sudah jadian dengan istriku yang sekarang jadinya ya hubungan ku dengan Mumung tidak berlanjut dan hanya sampai di situ. Kami tidak pernah ketemu atau telepon lagi. Saat ini dia sudah menikah sepertinya suaminya lebih muda tapi entahlah aku tidak pernah bertanya kepadanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD