Aku kenal dia sejak kelas I SMA, dia beda kelas tetapi kelas kami bersebelahan. Anak cukup manis rambut sedikit ikat tidak terlalu tinggi dan badannya sedikit gemuk tapi masih proporsional. Aku mulai semakin mengenalnya ketika kelas 3 karena kami sekelas. Jadi waktu kelas 3 dibuat peraturan bersama bahwa tempat duduk bebas siapa cepat dia dapat. Nah beberapa kali aku dapat tampat duduk di depan dia karena aku datangnya sering ngepas jadi sisa tempat duduk di depan. Dia sering duduk bersebelahan dengan Jenny dan aku sering sendiri karena memang yang lain tidak mau duduk di depan. Akupun sebenarnya juga tidak mau tetapi karena tinggal sisa itu bangkunya ya mau tidak mau. Nah pas jam istirahat karena tidak ada teman di samping aku jadi ikut ngobrol dengan Missi dan Jenny. Hal ini beberapa kali terjadi dan tidak terasa aku merasa dekat dengan Jenny dan Missi. Sepertinya kami bertiga cocok dan bahkan kalau duduknya tidak berdekatan saat istirahat aku mendatangi mereka untuk bercanda bersama. Kami tidak sungkan untuk saling meledek dan saling colek dan gelitikik saat bercanda senang rasanya bisa akrab dengan mereka. Beberapa kali aku main ke rumah Miski dan juga Jenny sehingga aku semakin dekat dengan keduanya.
Salah satu teman sekelas ku di kelas 3 adalah Lilik rumah kami berdekatan mungkin jaraknya hanya sekitar 350 m. Aku sering main ke rumahnya begitu juga dia, tetapi aku yang lebih sering main ke tempatnya sehingga aku kenal baik dengan kakaknya yang cewek dan juga adiknya yang cowok. Aku biasa bercanda juga dengan kakak dan adiknya. Nah waktu kelas 3 saya sering jalan bareng dengan Lilik, kalau sudah muter-muter dan tidak ada tujuan kami singgah dan main ke tempar Missi. Rumah Missi menjadi tempat favorit karena dia selalu menyambut dengan baik dan ramah tidak ada bête di wajahnya. Kalau ke teman lain kadang-kadang mereka seperti kelihatan terganggu atau keberatan. Dan satu lagi si Miski belum punya pacar jadi bebas kita main ke rumahnya.
Nah karena pertemanan yang baik serta interaksi yang terasa cocok aku mulai merasakan getaran-getaran sayang dan mulai berpikir untuk melangkah ke hubungan yang lebih. Tetapi selalu terbentur pada agama kami yang berbeda dan keluarga dia sangat taat beragama. Selalu ada keraguan itu setiap kali aku ingin melangkah lebih jauh. Tetapi disisi lain yang aku rasakan rasa itu semakin besar dan sikap dia ke aku juga selalu memberi respon yang baik. Namun akhirnya sampai lulus SMA hubungan kami tidak ada peningatan. Aku masih menyimpan rasa itu. Aku hanya berpikir kalau memang jodoh pasti ada jalannya…..
Setelah lulus kami masuk ke PTN, aku dan Missi tidak satu kota, kota kami berjarak 120 km jadi cukup jauh dan relatih tidak ada komukasi karena belum ada HP dan Sosmed waktu itu. Setahun setelah lulus SMA ada kegiatan alumni angkatan kami untuk mengadakan tryout test masuk PTN untuk SMA kami dulu. Aku ikut panitia yang ngurus pengadaan soal dan lembar jawab. Kami bekerja sama dengan salah satu lembaga bimbingan belajar punyanya kakak alumni. Jadi aku tinggal hitung berapa yang dibutuhkan terus mengambilnya untuk di bawa ke pulang ke kotaku. Rumah Missi jadi sekretariat panitia karena ada rumah kosong di samping rumahnya yang bisa dipakai. Adanya kegiatan ini membuat hubunganku dengan Miski terjalin kembali dan rasa itu bersemi kembali. Meskipun kegiatan itu hanya berlangsung 3 hari tetapi cukup membaut aku sedikit lega karena Miski belum punya pacar. Menurutku cewek semanis dan sebaik Miski rasanya pasti banyak cowok yang suka, tetapi kenapa dia belum punya pacar ya…
Sekitar 2 tahun kemudian, atau 3 tahun setelah lulus SMA Missi memberi kabar akan berkunjung ke Kotaku karena mau survei untuk melanjutkan S2 di PTN ku. Dia meminta teman-teman angkatan yang di kotaku untuk menemani Dia selama di sana. Tentu saja aku langsung menyediakan waktu untuknya walau ada kuliah gak masalah untuk bolos. Temenku yang lain Si Heri juga sudah menyanggupi untuk ikut menemani. Tiba harinya Si Heri mendadak ada acara, aku rasa itu cuma alasannya saja karena sejak awal aku saudah merasa dia agak kurang antusias dan sepertinya malas (baru aku tahu setelahnya dia sengaja menghindar karena lagi pedekate dengan adik kelas)
Jadi dari pagi sampa sore selama di kotaku aku temani Missi sejak turun dari bis aku jemput sampai pulang aku antar ke tempat bis lagi. Kami ke kampus yang di tuju setelah urusan dia selesai aku ajak kililing kampusku terus makan siang bareng. Hari itu kami becanda-canda lagi mengenang masa SMA itu adalah momen sekali seumur hidupku besa berduaan dengan Missi dalam waktu yang cukup lama. Kami juga saling cerita bahwa kami masing-masing belum ada pasangan. Timbul dalam hatiku untuk mengutarakan rasa sayangku pada dia, tetapi beda agama membuat aku ragu-ragu dan akhirnya sampai waktunya Dia pulang aku tidak berani menyampaikannya. Namun ada momen dimana kami saling bertukar jaket. Jadi waktu jaman kuliahku dulu sudah menjadi kebiasaan untuk tiap angkatan membuat jaket sendiri satu angkatan, dan jaket itu aku pake saat bersama Miski. Rupanya diapun memakai jaket yang buat teman-teman satu angkatan di tempat dia kuliah. Tetapi jaket dia lebih tebal dan lebih besar dibanding jaket aku dan entah ide siapa aku lupa kami bertukar jaket. Dia merasa lebih nyaman pake jakutku karena lebih pas dan tidak berat katanya. Akhirnya sampai dia pulang ke kotanya kami bertukar jaket dan aku senang saja karena berarti aku bisa mengingat dia setiap kali lihat jaketnya. Saya waktu berpikir dan berdoa kalau memang berjodoh pasti Tuhan mempertemukan kami kembali.
Ternyata kisahku dengan Missi tidak berlajut dan berkahir begitu saja karena sejak itu kami lama tidak bernah bertemu hingga sampai aku menikah dan dia menikah dan bahagia dengan keluarga kami masing-masing. Tidak ada cerita tentang kami lagi. Ada sedikit rasa sesal tetapi aku berfikir kami tidak berjodoh dan rasa itu Tuhan hadirkan untuk menguji keimanan kami masing-masing.