Mantan

2080 Words

Satu per satu penumpang turun di halte selanjutnya hingga menyisakan ruang yang lebih longgar. Namun, aku masih mematung memandang lantai. Sampai akhirnya seseorang menceletuk sambil menepuk tanganku yang masih melingkar di pinggang Ilalang. "Heh, busway jangan dipakai buat mesra-mesraan!" Seorang perempuan tua memelotot ke arahku. Spontan saja aku melepas tangan dan berpegangan pada gantungan. Kusungging senyum segan pada nenek yang masih mengomel itu. Aku memandang Ilalang yang pura-pura tertarik dengan pemandangan di luar, seakan tak mengenalku. Sudut bibirku tertarik ke atas. Dasar berengsek. Busway berhenti di halte tujuan. Ilalang nyelonong lebih dulu, sedangkan aku berlari di belakangnya, melihatnya melewati gate. Saat hendak mengeluarkan e-money, aku berhenti dan meraba badanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD