Chapter 17

1054 Words

Tidak hanya Danica yang mendelik terkejut, Prasaja dan lainnya juga sama-sama terkejut. Prasaja dengan santainya, muncul dan membukakan pintu, tepat saat Prasaja memegang gerendel pintu. "Maaf. Tamunya ndak masuk aja?" tanya Agasta terarah pada Danica yang medelik. Kemudian Agasta berpaling menatap Yuni dan memberikan senyum terbaiknya. "Sebaiknya bicara di dalam, tidak apa-apa. Tapi, Bapak belum bisa dijenguk dulu. Mari masuk." Dengan sopan Agasta membuka pintu lebih lebar dan minggir. Memberi jalan bagi siapa saja dari luar yang akan masuk. Senyumnya terukir manis. Dengan sengaja Agasta menghindari konfrontasi mata dengan Danica. Paramita semakin terpesona dengan sosok Agasta. Jantungnya sudah mulai berdegup sejak melihat pria itu dari kejauhan dengan motor Danica yang terlihat kekeci

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD