Prasaja terus saja bicara banyak hal. Sesekali ia bertanya hal-hal tidak penting, yang jawabannya cukup dengan belum, pernah, tidak, dan iya. Jawaban sederhana begitu pun, sudah membuat Prasaja tersenyum senang. Sepertinya juga Prasaja tidak peduli jika jawaban-jawaban yang keluar dari bibir Danica, bukanlah jawaban antusias dua arah, melainkan jawaban seadanya sebagai bentuk kesopanan saja. Prasaja banyak menceritakan pencapaian-pencapaiannya sebagai seorang yang menjaga aset-aset milik Danica. Ia banyak melakukan terobosan-terobosan baru yang makin mempermaju usaha di bidang peternakan dan perkebunan. Hal-hal yang sering kali Prasaja sampaikan di telepon, pesan WA, atau email, yang bagi Danica hanya berupa pelaporan saja. Sebuah kesombongan yang tidak pernah memberi efek kagum bagi Dan

