Chapter 31

1216 Words

Prasaja terus saja bicara banyak hal. Sesekali ia bertanya hal-hal tidak penting, yang jawabannya cukup dengan belum, pernah, tidak, dan iya. Jawaban sederhana begitu pun, sudah membuat Prasaja tersenyum senang. Sepertinya juga Prasaja tidak peduli jika jawaban-jawaban yang keluar dari bibir Danica, bukanlah jawaban antusias dua arah, melainkan jawaban seadanya sebagai bentuk kesopanan saja. Prasaja banyak menceritakan pencapaian-pencapaiannya sebagai seorang yang menjaga aset-aset milik Danica. Ia banyak melakukan terobosan-terobosan baru yang makin mempermaju usaha di bidang peternakan dan perkebunan. Hal-hal yang sering kali Prasaja sampaikan di telepon, pesan WA, atau email, yang bagi Danica hanya berupa pelaporan saja. Sebuah kesombongan yang tidak pernah memberi efek kagum bagi Dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD