Rafael mengusap wajahnya dengan kasar saat menatap Isabelle yang sedang kesakitan di ranjang ruang persalinan. Tangan kanannya ia gunakan untuk mengusap peluh Isabelle yang terus-menerus keluar. Rafael hampir tidak sanggup melihat mate-nya begitu menderita, tapi ia tetap berusaha untuk membisikkan kata-kata menenangkan dengan harapan bisa membuat Isabelle rileks. Sejak beberapa jam yang lalu, Isabelle mengalami kontraksi demi kontraksi yang membuatnya menjerit kesakitan di tengah malam yang seharusnya sunyi. Rafael menguatkan hatinya untuk menyaksikan itu. Ia benar-benar tidak tahan melihat perjuangan Isabelle untuk melahirkan anak kedua mereka yang sampai saat ini belum memutuskan untuk segera keluar. Dokter masih menunggu sampai Isabelle siap untuk memulai persalinan, begitu pun juga pa
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


