Isabelle berjalan bersisihan dengan Rafael ke arah ruang kantor ayahnya. Entah sudah berapa lama ia tidak menginjakkan kaki di tempat itu. Sepertinya terakhir kali ia ke sana waktu masih berstatus sebagai mahasiswa. Setelah suara ayahnya mengizinkan mereka masuk, dengan langkah ragu, Isabelle membuka pintu ruangan kantor ayahnya. Ia meraih tangan Rafael untuk digenggam, tanpa kata meminta dukungan dari suaminya. Rafael meremas tangan Isabelle dengan lembut, menyiratkan bahwa ia masih berada di sana. "Duduk lah kalian berdua. Apakah kalian ingin minum sesuatu? Biar kusuruh seseorang membawakannya," ucap ayah Isabelle saat mereka berdua muncul dari pintu. Isabelle dan Rafael duduk di kursi yang terletak di depan meja kerja ayahnya. "Tidak perlu, Dad. Kurasa kau masih berhutang penjelasan

