CHAPTER 30

1115 Words

Isabelle mendengar keributan di lantai bawah meskipun suara-suara itu agak teredam ketika sampai di kamarnya. Ia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, tapi hanya bisa duduk diam di pinggiran tempat tidurnya. Pintu kamarnya dikunci oleh ayahnya, dan Isabelle sudah lelah menggedor-gedor pintu. Ia hanya pasrah menunggu ayahnya melunak dan akhirnya membiarkannya pulang. "Caleb sendirian di sana," gumamnya sambil mengusap wajahnya yang terasa kusut. Isabelle tidak mengira reaksi ayahnya akan seperti ini. Ia tahu pasti kalau ayahnya akan marah atas tindakannya yang tidak bisa dibanggakan. Bahkan Isabelle sendiri pun merasa bahwa keputusan yang diambilnya bertahun-tahun lalu adalah tindakan yang bodoh. "Apa yang harus kulakukan?" tanyanya pada diri sendiri. Saat terdengar suara pintu kamarny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD