"Kau harus menemui dokter, Rafe," tegas Isabelle dengan nada yang tidak mau dibantah. Ia harus mengerahkan seluruh kesabarannya untuk menghadapi kekeraskepalaan suaminya itu. Rafael menggeleng tanpa keraguan. "Tidak, Belle. Aku baik-baik saja. Ini bukan luka parah. Aku hanya harus bertransformasi ke wujud serigalaku dalam beberapa jam, dan luka ini akan menghilang. Kau tidak perlu sekhawatir itu, oke," jelasnya dengan sungguh-sungguh. "Kau ini keras kepala sekali, Rafe. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu." Isabelle menyipitkan matanya ke arah Rafael. "Lalu kau mau berubah wujud di mana? Di hutan malam-malam begini?" tanyanya setelah menyaksikan Rafael yang masih teguh dengan pendiriannya. "Aku akan merubah wujudku di sini. Aku tidak mau menjauh darimu, Belle. Tidak setelah per

