Abi berbalik badan dan berlari menuju wastafel yang ada di dapur. Pria itu memuntahkan cairan bening karena perutnya masih kosong dan belum terisi apapun. “Kenapa perutku mual sekali” gumam Abi sambil meremas bagian belakang lehernya “Tuan! Apakah tuan baik-baik saja” tanya Bik Asri yang khawatir melihat tuannya yang sudah terlihat sangat pucat sekali. Abi menggelengkan kepalanya lemah dan kembali melabuhkan bokongnya pada kursi meja makan. Lisa mendekat dan mencoba menyentuh dahinya namun dengan cepat Abi menepis tangannya. "Abi.. aku hanya ingin mengecek kondisimu sahaja" Lisa berkata dengan sangat lembut "Aku memintamu pergi. Kenapa kau belum juga pergi hurm?” Abi bertanya dengan tatapan tajam menatap tepat ke arah netra pekat milik Lisa. "Aku..." "Pergi!!!" teriak Abi mengusir w

