Alanis; Dalam Bahaya "Kenapa baru bilang kamu belum makan dari siang?!" "Ini barusan bilang." Aku mengerucutkan bibir. Memang ya, Ringga tidak ada pekanya sama sekali padaku. Seharusnya dia bertanya sejak tadi, bukannya menunggu perutku berbunyi dulu baru dia berinisiatif menanyakan aku sudah makan atau belum. Telat, Ringga! Telat! Aku menunggunya sejak tadi siang. Kupikir, setelah Mama mertuaku pergi membanting pintu ruangannya, Ringga akan memesankan makanan untukku. Namun nyatanya tidak kawan-kawan. Dia memintaku pindah duduk ke sofa dan dia kembali sibuk dengan pekerjaannya tanpa mengajakku berbicara. Setiap kali aku akan mengatakan kalau aku kelaparan, ada saja yang mengganggu. Entah itu Mano yang membawa laporan, atau staf lainnya datang ke ruangan Ringga hanya untuk meminta

