Alanis; Peringatan Alanis Pagi ini, ah, tidak. Siang ini aku kedatangan seorang tamu. Bisa dibilang tamu tidak ya kalau yang datang adalah Mama mertuaku? Wanita itu berkunjung ke rumah Ringga. Penampilannya tampak seperti biasanya. Mewah, dan kelihatan mahal dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kupersilakan Mama mertuaku untuk duduk, entah maksud kedatangannya kali ini apa. Siapa tahu berniata mencermahiku seperti beberapa waktu yang lalu. "Siap-siap sekarang. Sebentar lagi kamu harus ikut Mama." Mataku mengerjap-ngerjap. "Mama mau ngajak aku ke mana?" "Ke hotel," jawabnya. Aku terdiam, sibuk bertanya-tanya kepada diriku sendiri kenapa Mama mengajakku pergi ke hotel. Untuk apa? Ringga di sana bekerja, dan setahuku, laki-laki itu akan marah jika ada orang yang mengganggunya. Mama

