Ucapan Mas Bayu tadi masih kuingat, bukan aku tak menghargai usahanya, hanya saja aku masih kesal padanya. Kunyalakan sepeda motorku, tak ingin membuang waktu, aku pun langsung memacu sepeda motorku menuju tempatku mencari nafkah. *** "Beri aku waktu untuk memperbaiki semuanya, Alina. Aku ingin hubungan kita kembali seperti dulu," ucap Mas Bayu. Mataku membulat begitu mendengarnya, saat baru saja hendak melangkah masuk ke kamar. Aku memandangnya tak berkedip, seakan tak percaya jika ia yang mengatakannya. "Aku lelah, mas. Bisakah kita bicarakan ini lain waktu." "Apa kau tak ingin memperbaiki hubungan kita, membenahi kembali rumah tangga kita, Alina?" Aku menghela nafas panjang beberapa kali, cukup lama aku berpikir. Entah mengapa, masih ada sepercik keraguan di hati, mengingat rasa

