Bab 54

1135 Words

Aku menggebrak meja ini keras, emosiku kini tak bisa kukendalikan lagi. Aku bangkit dan berdiri, dengan tangan terkepal kuat. Aku balik menatapnya tanpa berkedip. *** PoV. Kania. "Bisa tidak kau tutup mulut sampahmu itu?" Geramku. Beberapa pengunjung kafe ini menoleh padaku, bahkan kudengar salah seorang diantara mereka menegurku. Aku membalasnya dengan membulatkan mataku padanya. Seorang pelayan wanita datang mendekat sambil mengulurkan tangan memintaku untuk duduk tenang agar tidak menggangu kenyamanan pengunjung cafe yang lain. Kutepis kasar tangannya lalu kembali duduk. Mas Arif menjelaskan pada pelayan wanita itu, bahwa semua baik baik saja. Ia bahkan meminta maaf karena menganggu kenyamanan para pengunjung lainnya. Aku mencebik kesal karena melihat sikapnya pada pelayan itu. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD