Bab 53

1010 Words

Aku menggeram kesal, gigiku gemeretak menahan amarah. Wanita tua ini benar benar membuatku kesal. Apa haknya mengusirku? Bukankah ini tempat umum, tempat di mana orang bebas datang dan pergi? *** Sial. Jika bukan karena masih menghormatinya, sudah ku maki maki nenek tua ini. Kau lihat sendiri perlakuan Ibumu padaku, Jeni. Apakah kau pikir semua ini karena kesalahanku? Mata Mas Reyhan kini memandangku dengan tatapan tak nyaman, wajahnya sangat tak terlihat bersahabat, seakan aku adalah musuh yang paling dibencinya. Baiklah, aku menyerah kali ini. Akan kutinggalkan tempat ini. Aku membalikkan badan, rasanya enggan menyapa mereka kembali. Kuhentakkan keras ujung sepatuku, melangkah pergi dari sini. Hatiku masih bergemuruh emosi. Apa katanya tadi? Aku belum meminta maaf, untuk apa? Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD