" ... Sebegitu menyedihkannya hidupku sekarang hingga mama sampai berniat menjodohkanku?" "Kania dengar dulu, nak. Mama melakukan semua ini untuk kebaikanmu." Brak! Aku menggebrak meja cukup keras, lalu dengan kasar aku menggeser kursi yang tadi kududuki, sambil berdecak kesal, aku melangkah menjauh dari meja makan ini. **** "Kania, setidaknya cobalah dulu berkenalan dengannya. Tolong lakukan demi dirimu nak, mama tak ingin kau terus menerus hidup dalam bayang bayang masa lalu, mama ingin melihatmu bahagia," teriak mama. "Berusahalah untuk belajar melupakan masa lalu. Kania." Aku mengibaskan tangan, seakan tak peduli ketika mendengar kalimat terakhir yang diucapkan mama. Kulangkahkan kaki menuju kamar, mengambil tas dan kunci mobil. "Kania! Panggilan mama membuat telingaku berden

