"Mbak Alina! Kau melamun." Tegur seseorang. Aku menoleh cepat melihat siapa yang baru saja bicara. Disampingku duduk seorang gadis yang kini sedang tersenyum menatapku. "Oh, maaf. Ada apa?" Aku memperhatikannya dengan seksama. "Aku tadi bertanya, bisakah kuminta sedikit minyak kayu putih yang sedang kau pegang, mbak. Entah mengapa, tiba tiba perutku rasanya mual," Tuturnya. "Oh, ini silakan." Aku menyerahkan minyak kayu putih yang kupegang ini padanya. "Terima kasih." Bis ini telah melaju meninggalkan area wisata Taman Sari, tempat terakhir tujuan wisata kami hari ini. Aku tak menyadari kehadirannya di sampingku, karena terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri. Untuk sejenak, aku mengerutkan kening, mengingat ibu Lily yang seharusnya duduk di sebelahku, lalu kenapa sekarang berubah men

