PoV Bayu. "Kau tak apa apa?" Tanya Mas Adi, yang nampak mengkhawatirkanku. "Tak apa apa." Jawabku sambil menahan perih akibat luka bekas pukulan Kania dengan stand microphone tadi. "Sebaiknya, kita segera kembali ke rumah sakit. Kelihatannya lukamu cukup serius. Harus segera dirawat." "Iya." Mas Adi mendorong kursi rodaku cepat menuju mobilnya yang di parkir tak begitu jauh dari lokasi acara ini. Rasa nyeri membuatku tak begitu peduli dengan tatapan para tamu saat kami melintas di depan mereka. Masih sempat kulirik Kania yang mengumpatku di sana. Dua orang memegang dan menahannya agar tenang dan diam, untunglah mas Adi bergerak cepat, segera memapah tubuhku masuk kedalam mobil. Aku dan Mas Adi akhirnya sudah tiba kembali kerumah sakit. Sesungguhnya, rasa sakit dan nyeri yang kurasak

