"Kau tak akan pernah bisa kembali lagi pada Alina, mas. Aku bersumpah, selama aku masih hidup, tak akan kubiarkan kau bahagia dengannya." **** PoV. Kania. Aku melangkah cepat menyusuri lorong hotel ini menuju kamarku. Nafasku tersengal, dadaku naik turun, masih menahan sesak amarah di d**a. Akibat perbuatan Mas Bayu. Beberapa pasang mata karyawan hotel melihat ke arahku dengan berbagai macam tatapan. Sungguh, aku sama sekali tak suka cara mereka memandangku seakan aku sebuah badut yang tengah berjalan. Dadaku masih bergemuruh hebat, penghinaan dan rasa malu yang disebabkan oleh perbuatan Mas Bayu ini terlalu berat untuk kutanggung. Mengapa hidupku hancur seperti ini. Apa kesalahanku padanya? Harus kemana ku lampiaskan amarah dan rasa kesalku ini. Aku tak mungkin menyakiti diriku sen

