Bab 37

1014 Words

Pov. Kania Mama langsung menghampiriku, mencoba untuk mencegahku, namun, segera kutepis tangan mama yang berniat ingin merangkulku. "Jangan coba untuk menghentikanku kali ini, ma! Karena aku tak akan bisa diam diperlakukan seperti ini!" Hardikku padanya. "Kania, mama mohon tenanglah, nak." Wajah mama terlihat menahan tangis. Memohon padaku. Aku tak menggubris ucapan mama, ku alihkan pandanganku dari wajah mama, lalu memandang tajam ke arah wajah Mas Bayu. Aku berteriak dan memakinya kasar. Mengeluarkan semua hal yang ingin kukatakan. "Apa maksud semua ini mas? Kenapa kau tega mempermainkan perasaanku seperti ini? Pecundang!" "Cuih." Aku meludah di hadapannya. "Katakan mas! Kau sengaja ingin menjatuhkan harga diri dan kehormatan keluargaku, iya kan?" Mas Bayu diam seolah ingin me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD