Bab 48

1019 Words

"Pulanglah dulu mas. Sudah malam, tak baik jika di lihat tetangga. **** Hening. Udara malam kini terasa menampar di pipi, aku menunduk menyesali perkataan Mas Reyhan, tak ada suara hanya gesekan ranting dari bunga Bougenville yang terdengar karena tiupan angin. "Aku minta maaf, Alina." "Pulanglah, mas. Nanti Bu Maryam mencarimu," aku mengulang perkataanku. Ia bangkit dari duduknya. Sorot matanya terlihat sendu. Aku tahu ia kecewa atau mungkin marah padaku, tapi aku harus tegas, jika tidak, kami berdua bisa terseret dalam dosa besar. "Aku tak bermaksud buruk, Alina. Aku tahu ini salah karena kau masih menjadi istri orang, kau masih terikat pernikahan. Tapi, aku tak bisa membohongi perasaanku jika aku tertarik padamu, aku mencintai ...." "Cukup mas, tolong jangan di teruskan. Aku ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD