“Pak, saya mau melaporkan bahwa ada Bapak Vincent di depan kantor Bapak sedang menunggu.” Suara sekretaris Louis dari panggilan telpon yang terhubung ke telpon meja Louis. “Persilahkan masuk,” perintah Louis dengan nada dingin. Tidak lama pintu utama ruangannya terbuka dan memperlihatkan Vincent berdiri dan melangkah masuk ke dalam ruangan iparnya. “Selamat pagi menjelang siang Bapak Louis. Eh anakku kenapa dia?” sapa Vincent langsung tapi perhatiannya teralihkan saat melihat putrinya duduk seperti tertidur memeluk Louis di pangkuan Louis. Dia tidak melihat di balik meja itu bahwa sang putri sudah tidak mengenakan apa-apa karena rok yang dia kenakan pun sudah terangkat ke atas tidak menutupi apapun lagi, bahkan miliki anaknya itu menyatu dengan milik kakak iparnya itu. “Sepertinya di

