“Sudah, dia sudah tidur lagi.” Hilda bangun dari posisi berjongkoknya dan membalik tubuhnya melihat sang Papa yang masih di ruangan bosnya itu. Hal itu membuat Vincent tersenyum, anaknya masih saja ceroboh atau tidak pedulian. Kancing baju yang masih terbuka dan rok yang masih belum turun dengan sempurna. “Kamu ini kebiasaan, ini di kantor sayang. Jangan sembarangan membukanya nanti dilihat orang,” tegur Vincent menarik sang putri untuk mengancingkan kembali kancing kemeja putrinya. “Papa…. Aku tidak suka ya dilarang, lagipula aku tidak keluar kantor Louis kok aku cuma di dalam sini jadi apa salahnya biar Louis tidak ribet kalau lagi pengen,” terang Hilda dengan kalimat prontal tanpa rasa segannya. Kemudian Hilda memeluk Vincent dengan erat sampai Vincent bisa merasakan tubuh bagian dep

