Pengkhianatan Ternikmat

1189 Words

“Jangan galak-galak begitu, kau akan menjadi anakku juga nanti,” ujar Vincent dengan nada mengejek. “Ingat posisimu, kau itu adik iparku,” tegur Louis. “Tapi kau suami anakku,” sanggah Vincent, membuat Louis menatapnya dengan bibir terkatup. Vincent tersenyum senang dengan tawa pelan melihat wajah terdiam Louis. “Hahaha! Nikmati saja prosesnya aku tidak akan menggangu, kecuali kalau putriku ini merindukan si papa kecil,” ucap Vincent lagi diiringi dengan gelak tawanya. “b*****t!” umpat Louis jengah melihat wajah b***t Vincent. “Nah benar Papa, sekarang aku malah merindukan Papa kecilku,” seru Hilda tiba-tiba. “Louis…. Boleh aku ke mobil dulu bersama Papa? Aku mau menjenguk Papa kecilku, dia pasti merindukanku,” pinta Hilda dengan memelas pada Louis, tatapan dan nada memohonnya sungguh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD