Bab 26

1875 Words

Pagi harinya aku sudah pindah ke rumah Ayah dan Bunda. Tadi malam, setelah perbincangan mengerikan dengan si Lele semalam, kami langsung bersiap-siap pergi. Rafa yang masih terlelap pun, terpaksa aku bangunkan, dan dengan tampang polosnya putraku itu bertanya dimana Ayahnya. Tentu saja hal itu sempat membuatku bingung, terpaksa aku berbohong dengan menyebut kalau laki-laki biadab itu sudah pulang dan kemungkinan akan datang berkunjung sangat kecil, karena dia tengah berpergian jauh. Bukankah itu termasuk alasan yang logis? "Bunda kenapa hali ini Rafa nggak dipelbolehin sekolah. Tadi malam Bunda bilang Rafa halus cepet-cepet bobok,   kalena besoknya Rafa halus pelgi sekolah. Telus, sekalang Bunda bilang Rafa nggak usah sekolah. Gimana sih, Bun? Sekolah juga penting loh Bun," kata Rafa me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD