Bab 27

1428 Words

"Ya Tuhan!" Aku terbangun dengan posisi terduduk di atas tempat tidur. Aku merasa napasku memburu, aku meraup oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi pasokan oksigen di paru-paruku. Tadi itu ... tadi itu mimpi yang sangat buruk. Perasaanku saat ini benar-benar kacau, aku merasa takut, lelah, frustasi, sedih, dan entahlah, perasaanku serasa diaduk-aduk. Aku sangat bersyukur karena tadi itu hanya mimpi, tapi bukankah tidak menutup kemungkinan jika sebuah mimpi akan menjadi nyata? Aku sangat berharap jika mimpi burukku tadi, tidak akan menjadi kenyataan. Mimpi tadi, merupakan mimpi terburuk yang pernah aku alami, aku tidak tahu kenapa  aku bisa memimpikan hal seburuk itu. Yang mana, mimpi itu membuatku mulai depresi. Mungkin karena kata-kata Pak Adam di kantor tadi, yang mengatakan kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD