"Tapi Pak, kayaknya saya nggak bisa deh." Aku masih mencari alasan untuk menolak ajakan Pak Adam itu. "Nggak bisa kenapa sih? Kan saya nggak lagi ngasih kamu kerjaan, cuma ke rumah saya aja kok," kata Pak Adam yang membuatku menahan geraman kekhawatiranku. "Lagian ya, orang tua saya itu nggak suka daging manusia, mereka nggak bakal gigit dan nggak bakal makan kamu sama Rafa. Sejauh ini mereka baik. Saya cuma berniat ngenalin kamu ke keluarga saya, kan lumayan kalo sewaktu-waktu kita nikah," kata Pak Adam lagi, kali ini disertai dengan kata-kata candaannya. Pak Adam mengedikkan matanya ke arahku, menggodaku dengan tampang inocent-nya itu. Pak Adam memang sering berbicara tentang pernikahan denganku, entahlah aku tidak tahu apa alasannya, mungkin beliau hanya bercanda. Pak Adam kan hobi m

