Pembicaraan Penting

1775 Words

Pagi itu, sinar matahari musim dingin yang redup menembus jendela besar apartemen mereka, memantulkan cahaya lembut ke dalam ruang tamu yang modern namun hangat. Aroma kopi yang masih tersisa dari sarapan sederhana memenuhi udara, menciptakan suasana yang tenang namun penuh muatan emosional. Zabran duduk di sofa abu-abu yang empuk, mengenakan sweater rajut berwarna biru tua yang memancarkan kesan santai tapi serius. Wajahnya tampak lelah namun tekad terlihat jelas dalam sorot matanya. Ia menyandarkan tubuhnya sedikit ke depan, kedua tangan menggenggam secangkir teh yang sudah mulai mendingin, seolah sedang mencari keberanian untuk memulai percakapan yang sudah lama tertunda. Di seberangnya, Xandra duduk dengan tenang, menyandarkan tubuhnya pada bantal besar di sofa. Tatapannya terpaku pad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD