Ajakan Kerjasama

1644 Words

Zabran mengambil keputusan untuk memberi waktu kepada Xandra, membiarkannya merenungkan apa yang baru saja ia katakan. Ia tahu bahwa mendesak Xandra hanya akan membuatnya semakin menarik diri. Dengan napas yang dalam, ia berdiri, meraih cangkir teh yang kini sudah dingin, dan berjalan pelan ke dapur. Dalam pikirannya, ada sedikit kelegaan bahwa setidaknya ia telah jujur dengan perasaannya, meskipun jawaban yang ia harapkan belum juga datang. Xandra tetap duduk di sofa, tubuhnya nyaris tak bergerak, seperti terpaku dalam pikirannya sendiri. Tatapannya menerawang jauh melewati jendela besar apartemen mereka, fokusnya bukan pada pemandangan yang tersaji, melainkan pada kerumitan batinnya yang terus berputar. Kota London, dengan segala gemerlap dan keindahannya, kini terasa seperti dunia yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD